Rabu, 14 November 2012

deteksi dini penyimpangan mental anak pra sekolah


DETEKSI DINI PENYIMPANGAN MENTAL EMOSIONAL DAN STIMULASI
PADA ANAK PRA SEKOLAH

A.      Pengertian Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional
Pengertian deteksi dini penyimpangan mental emosional adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menumbuhkan secara dini adanya masalah mental emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas pada anak, agar dapat segera dilakukan tindakan intervensi.
Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan atau masalah mental emosional pada anak prasekolah.
Ada beberapa jenis alat yang digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan mental emosional pada anak, yaitu :
a.    Kuesioner masalah mental emosional (KMME) bagi anak umur 36 bulan sampai 72 bulan
b.    Ceklis autis anak prasekolah (ceklis for autism in toddlers / CHAT) bagi anak umur 18 bulan sampai 36 bulan
c.    Formulir deteksi dini gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (GPPH) menggunakan Abreviated Conner Rating Scale bagi anak umur 36 bulan ke atas.
·           Deteksi Dini Masalah Mental Emosional Pada Anak Prasekolah
a.         Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan / masalah mental emosional pada anak orasekolah
b.        Jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap 6 bulan pada anak umur 36 bulan sampai 72 bulan. jadwal ini sesuai dengan jadwal screning / pemeriksaan perkembangan anak.
c.         Alat yang digunakan adalah kuesioner masalah mental emosional ( KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak umur 36 bulan – 72 bulan.
d.        Cara melakukan :
1)        Tanyakan setiap pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada orang tua atau pengasuh anak
2)        Catat jawaban Ya, kemudian hitung jumlah jawaban Ya.
e.         Interpretasi :
Bila ada jawaban Ya, maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional.
f.         Intervensi :
1)        Bila jawaban Ya hanya satu :
a)         Lakukan konseling kepada orang tua menggunakan buku pedoman pola asuh yang mendukung perkembangan anak
b)        Lakukan evaluasi setelah 3 bulan, bila tidak ada perubahan rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak.
2)        Bila jawaban Ya ditemukan dua atau lebih :
Rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Rujukan harus disertai informasi mengenai jumlah dan masalah mental emosional yang ditemukan.

KUESIONER MASALAH MENTAL EMOSIONAL (KMME)
No
Pertanyaan
Ya
Tidak
1.
Apakah anak anda sering terlihat marah tanpa sebab yang jelas?
(seperti banyak menangis, mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sudah biasa dihadapinya)


2.
Apakah anak anda tampak menghindar dari teman-teman atau anggota keluarganya?
(seperti ingin merasa sendirian, menyendiri atau merasa sedih sepanjang waktu, kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasa sangat dinikmati)


3.
Apakah anak anda terlihat berperilaku merusak dan menentang terhadap lingkungan disekitarnya?
(sepeti melanggar peraturan yang ada, mencuri, sering kali melakukan perbuatan yang berbahaya bagi darinya, atau menyiksa binatang atau anak-anak lainnya)
Dan tampak tidak perdulli dengan nasehat-nasehat yang sudah diberikan kepadanya?


4.
Apakah anak anda memperlihatkan adanya perasaan ketakutan atau kecemasan berlebihan yang tidak dapat dijelaskan asalnya dan tidak sebanding dengan anak lain seusianya?


5.
Apakah anak anda mengalami keterbatasan oleh karena adanya konsentrasi yang buruk atau mudah teralih perhatiannya, sehingga mengalami penurunan dalam aktivitas sehari-hari atau persentasi belajarnya?


6.
Apakah anak anda menunjukkan perilaku kebingungan sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan membuat keputusan?


7.
Apakah anak anda menenjukkan adanya perubahan pola tidur?
(seperti sulit tidur sepanjang waktu, terjaga sepanjang hari, sering terbangun di waktu tidur malam oleh karena mimpi buruk, mengigau)


8.
Apakah anak anda mengalami perubahan pola makan?
(sepeti kehilangan nafsu makan, makan berlebihan atau tidak mau makan sama sekali).


9.
Apakah anak anda sering kali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau keluhan-keluhan fisik lainnya?


10.
Apakah anak anda seringkali mengeluh putus asa atau berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya?


11.
Apakah anak anda menunjukkan adanya kemunduran perilaku atau kemampuan yang sudah dimilikinya?
(seperti mengompol kembali, mengisap jempol, atau tidak mau berpisah dengan orang tua/pengasuhnya)


12.
Apakah anak anda melakukan perbuatan yang berulang-ulang tanpa alasan yang jelas?



 B.       STIMULASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH
Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0 – 6 tahun agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus m,enerus pada setiap kesempatan.
1.          Usia 18 sampai 24 bulan
Pada usia antara 18-24 bulan coretannya pun mulai bisa diarahkan. Berikan stimulasi dengan mengajarkan batita menggambar bentuk seperti segitiga dan lingkaran, untuk melatih koordinasi antara otak dan tangannya.
Dimasa ini si kecil telah menunjukkan prestasi fisik yang kian menggemaskan. Pada umur 18-24 bulan, bayi pada umumnya menunjukkan aktifitas fisik sebagai berikut:
a.         Kemampuan gerak kasar
Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, seperti duduk, menendang, berlari, melompat, melempar, dan menjaga keseimbangan. Melatih motorik kasar anak sudah dapat dilakukan dengan memberi stimulasi sejak anak masih bayi dengan cara yang menyenangkan. http://artikelkesehatananak.com/melatih-motorik-kasar.html
i)     Stimulasi yang perlu dilanjutkan
ii)   Melompat
iii) Melatih keseimbangan tubuh
iv) Mendorong mainan dengan kaki
b.        Kemampuan gerak halus
Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus yang sangat dipengaruhi oleh kesempatan belajar dan berlatih, seperti memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menggunting, menulis dan sebagainya.
i)     Stimulasi yang perlu dilanjutkan
ii)   Mengenal berbagai ukuran dan bentuk
iii) Bermain puzzle
iv) Menggambarkan wajah dan bentuk
v)   Membuat berbagai bentuk dari adonan/ kue lilin
 c.         Kemampuan bicara dan bahasa
i)     Stimulasi yang dilanjutkan
ii)   Melihat acara televisi
iii) Mengerjakan perintah sederhana
iv) Bercerita tentang apa yang dilihatnya
d.        Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian
i)     Stimulasi yang perlu dilanjutkan
ii)   Mengancingkan kancing baju
iii) Permainan yang memerlukan interaksi dengan teman bermain
iv) Membuat rumah – rumahan
v)   Berpakaian
vi) Memisahkan diri dengan anak.
2.         Usia 24 sampai 36 bulan
a.         Kemampuan gerak kasar
i)     Stimulasi yang perlu dilanjutkan
ii)   Latihan menghadpai rintangan
iii) Melompat jauh.
iv) Melempar dan menangkap
b.        Kemampuan gerak halus
i)     Stimulasi yang diperlu dilanjutkan
ii)   Membuat gambar tempelan
iii) Memilih dan mengelompokkan benda – benda menurut jenisnya
iv) Mencocokkan gambar dan benda
v)   Konsep jumlah
vi) Bermain / menyusun balok - balok
c.       Kemampuan bicara dan bahasa
i)       Stimulasi yang perlu dilanjutkan
ii)     Menyebut nama lengkap anak
iii)   Bercerita tentang diri anak
iv)   Menyebut nama berbagai jenis pakaian
v)     Menyatakan keadaan suatu benda
d.      Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian
i)       Stimulasi yang perlu dilanjutkan
ii)     Melatih buang air kecil dan buang air besar di kamar mandi / WC
iii)   Berdandan
iv)   berpakaian


Poskan Komentar