Kamis, 01 November 2012

Makalah kehamilan Gemelli

Gemelli (Kehamilan Kembar)
A.    PENGERTIAN
Kehamilan kembar ialah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan tersebut menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Kehamilan dan persalinan membawa resiko bagi janin. Bahaya bagi ibu tidak sebegitu besar, tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999).
B.     ETIOLOGI
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : bangsa, umur, dan paritas, sering mempengaruhi     kehamilan 2 telur.
Berbagai faktor mempengaruhi frekuensi kehamilan kembar, seperti bangsa, hereditas, umur, dan paritas ibu.Faktor umur, makin tua makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan menurun lagi setelah umur 40 tahun.Paritas, pada primipara 9,8 per 1000  dan pada multipara (oktipara) naik jadi 18,9 per 1000 persalinan.Keturunan, keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya diturunkan secara paternal, namun dapat pula secara maternal.
2Faktor obat-obat induksi ovulasi : profertil, clomid, dan hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua.
3.       keturunan.
4.      Faktor yang lain belum diketahui.

C.    PATOFISIOLOGI
Mekanisme terjadinya kehamilan kembar adalah ketika sperma bertemu dengan ovumdi tuba fallopi, fertilisasibergabungnya ovum dan sperma,ovum yang telahdibuahi bergerak turun dari tuba falopii uterus
Nidasi dan pertumbuhan fetus,selama proses ini kembar dapat terbentuk. Kehamilan kembar dapat fraternal atauidentikal. Kebanyakan kembar fraternal berkembang dari telur dan sperma yangterpisah. Kembar fraternal memiliki plasenta dan kantong amnion terpisah. Berbedadengan kembar identikal, dapat terjadi ketika telur yang dibuahi membelah lebih awalsaat kehamilan dan berkembang menjadi 2 fetus. Kembar identik memiliki 1 plasenta,tapi fetus biasanya memiliki kantung amnion yang terpisah
D.    TANDA YANG MENGIDENTIFIKASI KEHAMILAN KEMBAR :
1.      Besarnya uterus melebihi lamanya amenorea
2.      Uterus bertumbuh lebih cepat daripada biasanya pada pemeriksaan berulang
3.      Penambahan BB ibu yang mencolok yang tidak disebabkan oleh edema atau   obesitas
4.     Terabanya 2 kepala, 2 bokong, dan satu/2 punggung
5.     Terdengar 2 denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan perbedaan kecepatan paling sedikit 10 denyut per menit
6.      Banyak bagian kecil teraba
7.      Pada umumnya D/ kehamilan triplet, kuadruplet,  dan selebihnya hanya dapat   ditentukan secara rontgenologik
8.     USG : dapat lebih diketahui.
E.     JENIS KEHAMILAN GEMELLI
1.      Kehamilan kembar monozigotik
Kehamilan kembar yang terjadi dari satu telur disebut kembar monozigotik atau disebut juga identik, humolog, atau uniovuler, dapat terjadi karena :
a.       Satu telur dengan 2 inti, hambatan pada tingkat blastula
b.      Hambatan pada tingkat segmentasi
c.       Hambatan setelah amnion dibentuk, tetapi belum primitive streak.
2.      Kehamilan kembar dizigotik
Kira-kira dua pertiga kehamilan kembar adalah dizigotik yang berasal dari 2 telur disebut juga heterolog, binovuler, atau fraternal, kedua telur bisa berasal dari :
a.       1 ovarium dan dari 2 folikel de graff
b.      1 ovarium dan dari 1 folikel de graff
c.       1 dari ovarium kanan dan satu lagi dari ovarium kiri.



Perbedaan ciri, sifat, dan lain-lainnya antara kembar monozigotik dan dizigotik (satu telur dan dua telur) :
Perbedaan
Kembar Monozigotik
Kembar Dizigotik
Plasenta
1 (70%) 
2 (30%)
2 (± 100%)
Korion
1 (70%) 
2 (30%)
2 (± 100%)
Amnion
1 (70%) 
2 (30%)
2 (± 100%)
Tali pusat
2
2
Sirkulasi darah
Janin bersekutu
Terpisah  

Sekat kedua kantong
2 lapis
4 lapis
Jenis kelamin
Sama
Sama atau tidak
Rupa dan sifat
Sama
Agak berlainan
Mata, telinga, gigi, kulit
Sama
Berbeda
Ukuran antropologik
Sama
Berbeda
Sidik jari
Sama
Berbeda
Cara pegangan
Bisa sama 
Bisa satu kidal
Yang lain kanan

Sama, bisa keduanya kanan
F.     PERTUMBUHAN JANIN KEMBAR
Berat badan satu janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gr lebih ringan dari janin tunggal.
1.      Berat badan bayi baru lahir biasanya pada kembar dua di bawah 2500 gr, triplet di bawah 2000 gr, quadriplet di bawah 1500 gr, dan quintuplet dibawah 1000 gr.
2.      Berat badan masing-masing janin dari kehamilan kembar tidak sama, umumnya berselisih antara 50 sampai 1000 gram, dan karena pembagian sirkulasi darah tidak sama, maka yang satu lebih kurang tumbuh dari yang lainnya.
3.      Pada kehamilan ganda monozigotik
a.       Pembuluh darah janin yang satu beranastomosis dengan janin yang lain, karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari perdarahan.
b.      Karena itu janin yang satu dapat terganggu pertumbuhannya dan menjadi monstrum, seperti akardiakus, dan kelainan lainnya.
c.       Dapat terjadi sindroma transfusi fetal, pada janin yang mendapat darah lebih banyak terjadi hidramnion, polistemia, edema dan pertumbuhan yang baik. Sedangkan janin kedua terlihat kecil, anemis, dehidrasi, oligohidrami dan mikrokardia, karena kurang mendapat darah.
4.      Pada kehamilan kembar dizigotik
a.       Dapat terjadi satu janin meninggal dan yang satu tumbuh sampai cukup bulan.
b.      Janin yang mati bisa diresorbsi (kalau pada kehamilan muda), atau pada kehamilan yang agak tua, janin jadi pipih yang disebut fetus papyraseus atau kompresus.
G.    LETAK DAN PRESENTASI JANIN
Pada umumnya janin kembar tidak besar dan cairan amnion lebih banyak daripada biasanya, sehingga sering terjadi perubahan presentasi dari posisi janin. Demikian pula letak janin kedua dapat berubah setelah kelahiran bayi pertama, misalnya dari letak lintang menjadi letak sungsang. Berbagai kombinasi letak serta presentasi dapat terjadi. Yang paling sering ditemukan ialah kedua janin dalam letak memanjang dengan presentasi kepala, kemudian menyusul presentasi kepala dan bokong, keduanya presentasi bokong, presentasi kepala dan bahu, presentasi bokong dan bahu, dan yang paling jarang keduanya presentasi bahu (Winkjosastro, Ilmu Kebidanan, 1999).
H.    PENANGANAN DALAM PERSALINAN
1.      Bila anak pertama letaknya membujur, kala I diawasi seperti biasa, ditolong seperti biasa dengan episiotomi mediolateralis.
2.      Setelah itu baru waspada, lakukan periksa luar, periksa dalam untuk menentukan keadaan anak kedua. Tunggu, sambil memeriksa tekanan darah dan lain-lain.
3.      Biasanya dalam 10-15 menit his akan kuat lagi. Bila anak kedua terletak membujur, ketuban dipecahkan pelan-pelan supaya air tidak mengalir deras keluar. Tunggu dan pimpin persalinan anak kedua seperti biasa.
4.         Waspadalah atas kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum, maka sebaiknya pasang infus profilaksis.
5.         Bila ada kelainan letak pada anak kedua, misalnya melintang atau terjadi prolaps tali pusat dan solutio plasenta, maka janin dilahirkan dengan cara operatif obstetrik.
a.    Pada letak lintang coba versi luar dulu, atau melahirkan dengan cara versi dan     ekstraksi.
b.   Pada letak kepala, persalinan dipercepat dengan ekstraksi vakum atau forseps.
c.    Pada letak bokong atau kaki, ekstraksi bokong atau kaki.
6.      Indikasi seksio saesarea hanya pada :
a.       Janin pertama letak lintang
b.      Bila terjadi prolaps tali pusat
c.       Plasenta previa
d.      Terjadi interlocking pada letak janin 69, anak pertama letak sungsang dan anak kedua letak kepala.
Kala IV diawasi terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum berikan suntikan sintro-metrin yaitu 10 satuan sintosinon tambah 0,2 mg methergin intravena.








Poskan Komentar